Tuesday, April 14, 2020

PUISI

Bukan Pemenang tapi Bukan juga Pecundang
Karya Nclod

Saya berjuang meski sering tak menang
Saya juga bertahan meski sering tersakiti
Mungkin saya bukan seorang pemenang tapi bukan seorang pecundang

Karena kehidupan saya kadang tak seindah saat mendengar mamah bernyanyi
Atau tak sekuat papah melindungi

Saya tetap melaju meskipun sambil merangkak
Mencoba meraih mimpi yang jauh disebrang sana

Hingga
Rasa menyerah selalu menggoda
Tapi doa ibu harga mati untuk diperjuangkan
Tapi pengorbanan ayah contoh bahwa hidup memang keras

Hidup memang tak mengenal belas kasihan kepada siapa pun, bahkan kepada mereka mengorbankan segalanya untuk kehidupan

Diskusi Gemuruh Covid
Karya Nclod

Kemarilah, kita berkumpul sejenak
Membahas covid yang memenjara negeri
Terserah dengan rasa apa kalian mendekat
Rasa takut kah, atau rasa biasa saja

Mari kita cari solusi dari covid ini
Karena lock down dan psbb
Justru lebih membunuh dari sie covid
Mematikan rakyat juga perekonomian
Ayo lah begini terus kita bisa inflansi

Kita lewati saja BAB tentang siapa yang harus bertanggung jawab
Karena kami tidak ingin pa Sia sia apa lagi hewan liar hadir dipembahasan
Langsung pada langkah selain cuci tangan pakai masker dan sebagainya
Langsung saja pada langkah bahu membahu menyembuhkan mereka yang sekarat

Kita tidak sendirian melawan covid ini, kalian tau itu kan
Ada Aceh yang masih satu negeri tapi bebas dr covid
Mari kita belajar dari sanah
Tetap membuka masjid, tetap solat berjamaah
Berhenti memfitnah rumah Allah penyebar covid

Tenang dulu jangan tegang, jangan langsung naik pitam
Ngajakin kita baku hantam dengan bersikukuh lock down dan psbb
Kami punya perut tapi tak punya makanan
Gaji kami pun dipotong untuk membantu memberantas covid
Kami keluar harus didenda atau masuk penjara
Tuh liat tetangga saya hilang motor karena napi yang kalian lepaskan

Kami tetap tidak menyalahkan,
Tapi kaum ojol ga bisa nganterin makanan lewat internet
Kaum g bisa naik motor ga punya pintu kemana saja milik doraemon
Perusahaan kami bangkrut dan kami dipecat
Kalian dengan enteng impor warga asing untuk kerja disini
Jadi kami itu rakyat tiri kalian ya? Kok pilih kasih banget?

Ah sudah lah.... Aku ingin ketenaganku kembali
Sekarang sudah magrib
Saatnya aku teguk kopi pahit sedikit demi sedikit
Menghisap aroma kopi untuk sadarkan diri bahwa,
Dinegeri ini untuk pendapatkan bantuan dari pemerintah itu riskan


Ruang

Di suatu ruang
Ada sebagian yang berwarna hitam,
Dan pada sebagiannya lagi berwarna putih.

Mereka tidak bergerak
Tapi selalu bergejolak
Saling mengkudeta
Agar dapat berkuasa.

Mereka tidak pernah sama
Tapi mereka selalu bersama
Berjalan di tepian
Yang bersebrangan.

Ya, itu adalah ruang pertemuan
Antara rasa dan logika
Dimana dosa dan pahala Kadang terlihat sama

Ruang itu diberi nama HATI


Tentang Kesedihan

Tak ada yang lebih sedih
Dari ditinggalnya Rasullah
Terputusnya sudah pertemuan di dunia yang kelak entah bisa bertemu atau tidak

Tak ada yang lebih menyakitkan
Dari ditinggal Rasullah
Tak ada lagi tempat meminta hukum secara adil dan bijaksana

Tak ada yang lebih gundah
Dari ditinggal Rasullah
Kita menjadi tak tau tempat mengadu untuk setiap liku hidup

Tak ada lagi Rasullah,
Yang ada hanyalah Hadist dan Al Quran sebagai pedoman


Jiwa Dewa disuatu Negeri

Keadaan ini sedang ramai
Yang terlihat baik-baik saja
Keadaan ini sedang ramai
Karena ketakutan merebak dimana-mana
Dewa tidak menuding
Namun lucifer selalu berprasangka
Saat dewa berprasangka
Lucifer selalu menuding
Mereka memang selalu begitu
Melengkapi kesalahan dengan kesalahan. Saat ada kegagalan mereka lempar ke bawah hahaha
Membiarkan kaum bawah membereskan semuanya dan dewa keluar bak superhero pedahal supermuka dua
Lebih tenar dan terlihat lah kehebatan dewa. Sambil *uuuppssss* dewa injak kaum bawah kuat kuat. "Tak apa lah... kaum bawah, posisinya dibawah kaki hahahaha" gumam dewa
Keadaan ini sedang ramai nanti juga sepi kembali.
Sudah tenang saja, kalau tak bisa tenang silahkan pergi ke lain alam agar bisa tenang
Karena menurut dewa tidak ada yang boleh menggangu jiwa dewa bila tak ingin merasakan neraka buatan manusia
Hahahahahaha
Kaum bawah posisinya dibawah kaki

No comments:

Post a Comment

Film Robithoh

1. Episode 1 klik